Rabu, November 26, 2014

orang tua dan anak

Setetes darah, air susu dan keringat ibu yang beliau keluarkan ketika melahirkan, menyusui dan membesarkan kita, tak kan pernah mampu kita membalasnya. ..
Setetes keringat yang ayah keluarkan untuk kita anak-anaknya ketika beliau menafkahi, mendidik dan membesarkan kita, tak kan pernah mampu kita membayarnya....
Wahai para anak, berbaktilah pada orang tua, bersabarlah dengan mereka...
Namun.......
ingatlah juga wahai para ibu dan ayah, tidak berarti darah, air susu, dan keringat yang kita keluarkan menjadikan kita orang tua yang semena-mena menuntut ini dan itu kepada anak anak kita, melihat mereka bahagia, dan berhasil menjadi manusia seutuhnya sudah merupakan kebahagian yang tiada tara bagi kita. Bahagianya anak kita adalah bahagia kita.

Sebagai anak, aku selalu merasa sangat kurang dalam berbakti pada orang tua. masih sering tidak sabar dengan mereka. Suka judes, suka galak. dan suka tidak sabar dengan mereka. Tapi apa yang mereka lakukan padaku? mereka tidak pernah meminta ini dan itu pada ku. mereka tidak pernah menuntun aku untuk memberikan ini dan itu pada mereka. Ketika aku mau memberi uang, tahukah apa yang ibuku tanyakan sebelum menerimanya? ibu ku bertanya, apakah aku juga memberi sejumlah uang kepada mertuaku. Kalau belum, hendaknya uang itu diberikan dulu kepada mertuaku. Luar biasa, sungguh luar biasa. Dan beliau pun bertanya lagi, apakah besarnya sama? karena beliau tidak mau menerima kalau uang yang diberikan padanya lebih banyak dan besar dari yang diberikan kepada mertuaku. Menurut beliau, sebagai orang tua pasti akan lebih mau mengerti anaknya, tapi sebagai anak menantu aku harus lebih mengerti mertua. 

Walaupun ketika mengatakan hal ini, beliau sedang tidak menasehati, tetapi ucapannya merupakan nasehat yang amat sangat berharga bagi aku. Menasehati dengan contoh tanpa menggurui. Sebagai orang tua, ayah ibu ku tidak pernah menuntut apapun dari anak anaknya. Menasehati dengan teladan.

Aku ingin meneladani orang tua ku dan aku pun ingin memberi teladan kepada anak anak. Agar anak-anak ku bisa menjadi anak yang baik, dan menjadi orang tua yang baik kelak.

Rabu, November 19, 2014

Iri...

Sering kalau melihat seoarang batita atau balita yang lucu dan pintar, sudah bisa ini itu, di dandanin yang bagus, wangi.. hati aku sering terasa miris... Aku teringat akan keponakan keponakanku di rumah yang amat aku sayang, yang sebenarnya bisa seperti itu tapi karena kemalasan orang tuanya tidak bisa seperti itu. di kala anak batita lain sudah mulai bisa menirukan beberapa patah kata, menirukan gerak sederhana, ponakan belum bisa. Ingin rasanya aku yanag mengajari mereka, tapi sebagai budenya aku tidak punya kemampuan... sedih, iri rasanya, kasihan ponakan2 yang tampan gagah dan lucu.... bude sayang kalian... mhuaaaah...

Senin, November 03, 2014

tanda akhir zaman

Syair Amirul mu'minin Ali bin Abi Thalib ra

Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapatkeimanan, keimanan hanya tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam perbuatan...

Banyak orang baik, tapi tak berakal
Ada orang berakal, tapi  tak beriman
Ada lidah yang fasih, tapi berhati lalai
Ada yang khusuk, tapi sibuk dalam kesendirian
Ada ahli ibadah, tapi mewarisi kesombongan iblis
Tapi ada ahli maksiat yanga rendah hati bagaikan sufi
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat
Dan ada yang menangis karena kufur nikmat
Ada yang murah senyum, tapi hatinya mengumpat
Ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut
Apa yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan
Dan ada pelacur yang tampil menjadi figur
Ada orang yang punya ilmu tapi tak faham
Ada yang faham tapi tak menjalankan
Ada yang pintar tapi membodohi
Ada yang bodoh tapi tak tahu diri
Ada orang yang beragama tapi tak berakhlak
Ada yang berakhlak tapi tak bertuhan
(Ali bin Abi Thalib ra)


Jumat, Oktober 31, 2014

LUPA

Manusia itu tempatnya khilaf dan lupa, terutama ketika ia berada diposisi yang sedang memilki harta yang berkecukupan. Dia lupa kepada siapa yang memberinya rejeki, dia lupa ketika masih hidup susah dahulu siapa yang menolongnya, dia lupa kepada orang-orang yang pernah berjasa pada dirinya, lupa kalau pernah susah, lupa untuk bersyukur kapada pemberi rejeki, lupa untuk membalas kebaikan orang yang pernah menolongnya, lupa kalau harus menolong orang yang memerlukan. Dan tentunya masih banyak lagi lupa yang dimilki kita manusia.

Bila kita menyadari bahwa kita adalah manusia tempatnya khilaf dan lupa, banyak banyaklah beristighfar, mohon ampunanNya atas segala khilaf dan lupa kita, agar kita selalu diingatkan untuk selalu ingat akan hal hal yang baik.

Selasa, Juli 08, 2014

perasaan seorang ibu

Seorang ibu biasanya mempunyai perasaan yang teramat kuat bagi anak anaknya.
Apa yang dirasakan anaknya bisa dirasakan pula oleh ibunya. Bahkan berlipat kali. Bila si anak terjatuh dan merasa sakit, maka ibunya akan merasa lebih sakit lagi, dan bila si anak memperoleh kebahagiaan maka si ibu lah yang merasa paling bahagia.

Seorang ibu biasanya juga mempunyai firasat dan naluri yang kuat atas anak anaknya.
Seringkali, tanpa perlu bercerita, seorang ibu bisa mengetahui kapan anaknya sedih, sedih gembira, kecewa, marah, senang atau ada sesuatu yang terjadi pada anaknya.

Sebagai seorang ibu, aku pun mengalami hal-hal seperti itu. Dan yang paling mutakhir aku alami adalah, ketika anak aku dan temannya, memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi  hubungan mereka. Dengan alasan ibu dan keluarga si cowok tidak menyetujui hubungan mereka. Memutuskan hubungan dimana mereka sudah merasa sama-sama suka dan cocok karena tidak disetujui oleh salah  satu pihak, sudah menyakitkan, akan tambah menyakitkan lagi bila alasan tidak setujunya adalah karena anak aku kalah kaya dibandingkan dengan mantan pacar sebelumnya.

Sebenarnya tidak akan terlalu menyakitkan kalau anak aku tidak menaruh harapan yang tinggi pada cowo tersebut. Karena selama ini, sambutan ibu dan keluarga si cowok baik baik aja, sangat terbuka, dan terasa tulus, tetapi ternyata dibalik semua itu sangat mengejutkan. Ini lah yang paling mengejutkan, dan sangat memukul perasaan anak aku. Dan sebagai ibu tentunya aku lah yang paling merasa sedih dan tersakiti.

Walaupun aku juga mengucapkan syukur alhamdulillah atas kejadian ini. Alhamdulillah. karena dua minggu sebelum kejadian tersebut, aku merasa ada yang mengganjal di hati aku, melihat hubungan mereka. Jadi ketika aku shalat, aku berdoa, Yaa Allah, bila ia baik untuk anakku, tolong didekatkan tetapi bila ia tidak baik untuk anak aku, tolonglah di jauhkan. Dan ternyata dua minggu kemudian terjadilah kejadian tersebut.

Allah begitu cepat menunjukan padaku apa yang menjadi kehendakNya, Allah begitu bersegera mengabulkan doaku. Walaupun aku merasa sangat sangat sakit hati dan terluka, tapi aku tetap bersyukur dan berusaha untuk ikhlas dan ridha, karena aku tahu pasti, Allah akan memberikan yang terbaik dan paling baik, bahkan lebih baik dari yang sebelumnya untuk anakku ini.

Aku hanya berdoa, Yaa Allah ampunilah hamba dan anak hamba, ampuni kami, ampuni juga mereka, berikanlah yang terbaik bagi kami. Engkaulah yang Maha Mengetahui, Engkau pula yang paling mengetahui bagaimana perasaan kami, dan Engkau pula yang akan menggembirakan kami, dan memberi balasan kepada orang yang telah menyakiti kami".

Aku tidak tahu kapan doa ku kali ini akan terjawab, tapi aku yakin tidak lama lagi doa aku akan segera
terjawab. Kenapa doaku seperti itu? Katanya ikhlas tapi kok pengen membalas. Tidak dapat aku pungkiri, hati ini terasa amat sakit. Tapi aku menyadari, semua ini pasti ada andil kesalahan di aku dan anakku, maka aku memohon ampun untuk itu, dan aku pun memohonkan ampun untuk mereka karena telah menyakiti hati kami, tapi sebagai manusia tempatnya salah dan khilaf, aku juga ingin mereka itu mengetahui bahwa tindakan mereka telah melukai hati kami, walau pun kami tak mampu membalas, tapi Allah tahu bagaimana membalasnya karena Dia Maha Mengetahui. Dan balasan seperti apa, hanya Dia yang tahu.

Dan mengapa aku menulis ini, karena sebetulnya aku pun tidak tahu bagaimana mengatasi rasa sakit dihati ini bila mengingat perbuatannya kepada anak aku. Karena aku tahu, dan aku bisa merasakannya, anakku sangat terpukul atas kejadian ini. Amat sangat terpukul, dan aku merasa lebih terpukul lagi. Dan yang aku tahu, ketika aku sedang gundah dan galau, selain shalat, berdoa, mengaji, mengadu kepada Ilahi. bila aku tulis semua rasa yang aku rasakan akan sangat meringankan dan membantu mengatasi rasa sakit hati ini.
Semoga....






Sabtu, Februari 15, 2014

ujian masih belum berakhir

Kegalauan masih terus menggelayuti hati ini. Masih bertumpuk masalah yang belum terselesaikan. Masih segunung persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Aku bagai seseorang yang sedang berjalan dalam kegelapan, dan ku tahu jalan yang kulalui tidaklah mulus, namun berbatu dan terjal, bahkan aku pun tahu di depan sana ada jurang yang menganga. Namun ku harus tetap berjalan, tak boleh berhenti, tidak dapat berhenti tepatnya, walaupun hanya sekedar untuk beristirahat.

Harus kutapaki terus jalan ini, walau dengan kaki dan badan penuh luka, tetap kujalani, sambil terus bertanya dalam hati, kapan tiba dibibir jurang, dapatkah kulewati jurang itu, dapatkah kuseberangi dengan selamat jurang itu, karena aku tahu diseberang jurang sana ada jalan yang mulus licin dengan pemandangan yang indah dan menawan.

Kemarin ku mendengarkan tausiah dari seorang dai. Menurutnya, masalah yang timbul pada diri kita disebabkan karena kita salah dalam mbil keputusan dalam bertindak dalam hidup kita/
Ku renungkan, barangkali memang aku telah salah mengambil keputusan, barangkali memang aku telah salah melangkah. Maka harus kulalui jalan yang terjal bebatuan ini. Namun pertanyaannya adalah, bagaimana kita memperbaiki kesalahan ini. Apakah harus memulainya dari awal, yang tentu saja tidak mungkin untuk dilakukan. Karena waktu tidak dapat diputar kebelakang, kembali ke masa lalu. Tak ada pilihan harus tetap kujalani. Tapi bagaimana cara memperbaiki pilihan dan keputusan yang salah itu.

Tak sempat dai itu menerangkan hal ini, dan tak sempat pula aku menanyakan hal ini, wakatu begitula cepat berlalu, dan telah selesai pula tausiah itu sebelum sempat memberikan jawaban yang memadai. Kini kemana kah harus kucari jawaban itu. Haruskah seperti Ayu Ting Ting, yang menyanyikan alamat palsu, yang terus bertanya dimana...dimana.. ataukah harus kutanyakan pada rumput yang bergoyang seperti hit lagu nya Ebiet G Ade?

Oh aku perlu jawaban, adakah sahabat yang tahu jawaban apa yang tepat untuk masalah ku ini..

Senin, Desember 30, 2013

Resolusi 2014

Dipenghujung tahun 2013 ini, banyak sekali hal yang menaariri nari di benakku.
Dari keinginan yang ingin diwujudkan, mimpi-mimpi yang masih tinggal mimpi, kegalauan-kegalauan yang mengusik. Namun keyakinan yang begitu kuat, bahwa dengan yang kuat, kerja keras, dan bantuan serta pertolongan dari Allah SWT, in syaa Allah aku bisa mewujudkan semua keinginan dan mimpi dan aku bisa menghalau kegalauan yang ada di hati.

Ku ingin menyelesaikan tulisanku tentang merawat orang sakit stroke, yang merupakan pengalaman diri ketika menangani papap, bunda, mertua, tante dan diri sendiri. Tidak mudah, tapi dengan kemauan, ketekunan, kerja keras, dan tidak lupa doa, in syaa Allah akan selesai di akhir Januari 2014.

Ada satu keinginan yang aku tidak tahu apakah bisa kuwujudkan atau tidak. Butuh keberanian, ketekunan dan pertolongan Allah SWT untuk mewujudkannya. Aku ingin sekali bisa mengajak ibu-ibu disekitar tempat tinggalku untuk menjadi ibu-ibu cerdas yang mempunyai keinginan yang besar untuk belajar dan menambah pengetahuan. Terutama pengtahuan tentang agama Islam. Karena banyak sekali yang bisa dan perlu dipelajari dan didalami. Mengaji, tidak hanya membaca surat Yasin, al Waqiah, al Mulk, shalawat Nabi SAW, rawi. Banyak sekali hal yang bisa dibahas dan dipelajari. Aku tidak mau mengajari, karena belum memilki kemampuan dan kmpetensi untuk itu. Namun aku bisa dan mau berbagi cerita dan pengetahuan yang telah aku pelajari kepada mereka. Walaupun agak sulit, tapi aku yakin, dengan pertolongan Allah SWT aku bisa mewujudkannya.

Kegalauan, tentu saja sering menggelayuti  hati ini. Kondisi keuanganku yang belum stabil, dan sampai  saat ini aku belum menemukan jalan keluarnya. Tetapi aku memiliki keyakinan, Allah SWT pasti akan membantu aku dengan memberikan jalan keluarnya. Tetapi kalau aku ditanya, apa dan bagaimana, aku belum tahu jawabannya, karena hal itu belum terjadi. Masih sebatas bayang bayang, di hati, yang mudah-mudahan tidak perlu terjadi, aamiin...

Tidak banyak memang keinginan aku, tapi walaupun begitu semua harus dijalani dengan kerja keras, tekun, dan doa, mohon bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT. LAA HAULA QUWATA ILA BILAH. HASBUNALLAH WA NI'MAL WAKIL, NI'MAL MAULA WA NI'MAN NASSIR.  AAMIIN, AAMIIN, AAMIIN YAA RABBAL ALAMIN...




Kamis, Oktober 17, 2013

n a m a

apalah arti sebuah nama, ada pepatah yang mengatakan demikian. Tapi bagi aku, nama itu bukan sekedar sebuah nama, tapi dari nama itu banyak cerita yang dihasilkan.

Orang tuaku memberi nama untuk ku, Lakhsmi Raya Widdayanti. Menurut ibuku, namaku diambil dari nama seniornya yang dia kagumi, namanya Laksmi Widayanti. Tapi ayahku ingin sesuatu yang berbeda, oleh karena itu ditambah nama Raya ditengahnya. Sebenarnya Lakhsmi itu nama seorang dewi yang cantik, ia istri dari dewa Wisnu. Raya mempunyai arti besar, walaupun sebenarnya tubuhku tidak bisa dibilang besar. Sedangkan Widdayanti, menurut ibuku, artinya anak perempuan pertama.

Sebenarnya namaku biasa saja, kalau saja ayahku bukan orang yang unik. Beliau selalu menginginkan sesuatu yang berbeda. Lain dari pada yang lain. Menurutnya anak perempuan pertamanya harus memiliki nama yang unik, lain dari pada yang lain. Karena dua orang kakaknya yang sudah menikah menamai anak anak mereka cukup unik. Kakak pertamanya memberi nama anak laki laki yang diperoleh dari semua tetua yang ingin menyumbang nama untuk cucu pertamanya, kakak keduanya memberi nama anak anaknya dengan memasukan unsur zacharin, karena ayahnya seorang direktur pabrik gula. Jadi, akhirnya ayahku memberi nama panggilan bagiku MOYI. ya Moyi, kalau ditanya apa maknanya, ya tidak ada, hanya unik saja dan tampaknya hampir tidak ada yang memberi nama Moyi bagi anak anaknya.


Disinilah awal cerita. Moyi, bukanlah nama yang lazim, dan ternyata tidak banyak orang yang bisa menyebut dan memanggil namaku dengan benar. Biasanya mereka memanggil ku Moy, Moi, jarang yang memanggil dengan benar m o y i.. Bahkan ada yang memanggilku Momoy, Moymoy, Miu, kalau mau meledek dipanggilah aku Amoy atau Cemoy. Memang namaku terdengar seperti nama Thionghoa, dan kebetulan lagi, wajahku seperti orang thionghoa. Kalau Amoy, itu memang nama anak perempuan thionghoa, tapi Cemoy.
Ada ceitanya, nama itu bermula dari lawakan di tv, dimana sesorang melakukan tawar menawar dengan tukan becak (di Jakarta th 70an becak masih ada loh),
Penumpang : Bang, ke proyek senen berapa
Abang Becak  : Cepek pak
Penumpang     : ah mahal betul, cemoy aja ya..
Abang Becak  : Hah, berapa tuh cemoy
Penumpang     : Lah, cepek itu berapa?
Abang Becak  : seratus
Penumpang     : Oh kalo gitu cepmoy tujuhlima deh
Nah sejak ada lawakan itu di tv, jadilah julukan baru bagiku.

Karena orang rumahku memanggilku demikian maka ketika aku masuk sekolah dasar, teman teman juga memanggilku Moyi, Moy atau Moi tepatnya. Tapi tidak demikian ketika aku masuk sekolah menengah pertama. Aku bertekad tidak mau mempergunakan nama Moyi, dan kalau perlu teman temanku tidak tahu nama panggilan rumahku. Jadilah ketika aku masuk sekolah aku memperkenalkan diri dengan nama Lakhsmi.

Pertama kali dipanggil dengan nama Lakhsmi, rasanya bagaimana gitu, senang, bangga, Aku merasa senang dan bangga karena menurutku Lakhsmi itu nama yang cantik, bagus dan indah. Nama ini pula yang aku gunakan ketika aku sekolah di sekolah menengah atas. Tapi tidak berarti nama ini aman dari ledekan teman teman. Masih tetap ada ledekannya, Laxmi Taylor, ya nama penjahit  yang cukup terkenal di tahun 70an, karena diiklankan di tv dan radio. Bahkan kalau tidak salah,  penjahit Laxmi Taylor masih ada dan tempat
nya pun masih di Pasar Baru.

Enam tahun, memakai nama Moyi di sekolah dasara, dan enam tahun memakai nama Lakhsmi di sekolah menengah, membuat aku merasa ingin sesuatu yang beda, akhirnya aku memutuskan mempergunakan nama Raya ketika masuk ke perguruan tinggi.

Awalnya agak sulit juga karena aku menulis namaku dengan Lakhsmi Raya W, jadi teman teman baruku secara otomats imemanggil nama depanku, Lakhsmi. Maka sibuklah aku memperkenalkan diri dengan nama Raya. Hampir seminggu aku harus mensosialisasikan nama Raya kepada teman temanku, sampai akhirnya tidak ada lagi yang memanggilku Lakhsmi, tapi Raya.

Aku senang sekali ketika pertama kali mempergunakan nama Raya, karena menurutku nama ini keren dan jarang orang yang memiliki nama Raya.

Memakai nama Raya bukan berarti tanpa ledekan, sering aku ditanya kenapa pakai nama Raya, emangnya lahirnya di jalan raya yaa.? Atau, wah kamu kaya raya yaa, segala punya, kebun raya, jalan raya, pasar raya... aku cuma tersenyum saja. Dan nama Raya inilah akhirya yang aku pakai sampai sekarang.

Ada enaknya memiliki tiga buah nama panggilan. Kalau ada seseorang yang memanggilku dengan nama Moyi, sudah hampir pasti dia saudaraku atau teman rumah atau teman SD, tetapi kalau memanggil dengan nama Lakhsmi, pasti teman SMP atau SMA, dan kalau Raya, mereka adalah teman kuliah dan teman teman masa kini.

Jadi kalau ada yang bilang apalah artinya sebuah nama, bagiku sebuah nama itu sangat berarti, karena selain namaku keren dan bagus nama itu adalah nama pemberian orang tuaku, sebuah nama yang unik, dan dengan nama itu pula aku bisa membedakan ini teman kecil, teman remaja, atau teman masa kini....

Halo, namaku LAKHSMI RAYA WIDDAYANTI binti PINARDI, siapakah namamu?



Rabu, Juli 25, 2012

enough

Bangun tidur, walopun rasanya agak kurang baik, tapi masih lebih baik dari kemarin. Gw ga tau apa yang terjadi sama diri gw, tapi perasaan gw ringan banget. Gw ga kepikiran ttg dia, perasaan gw biasa biasa aja. Mungkin emang sudh seharusnya begini kali ya. Gw musti kembali ke kondisi normal gw, seperti sebelum gw ketemu ma dia. Gw sudah harus bisa menikmati hidup gw apa adanya seperti dulu, dan tidak lagi menghayalkan atopun berkeinginan lebih dari yang sudah gw miliki sekarang. gw akan bisa lebih tenang dan bahagia dibanding dulu.

Setiap orang memiliki kehidupannya dan jalanhidup masing masing yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan, yang memiliki kehidupan ini. Tetapi kita pun diberikan pilihan bagaimana caranya kita menjalani kehidupan yang telah ditentukan itu.

Awalnya aku ingin sekali membantu dia untuk menjalani kehidupannya dengan lebih baik, sehingga diapun bisa merasakan kebahagiaan yang aku rasakan. Tapi dia tidak pernah mau untuk memberi kesempatan padaku untuk menolongnya, uluran tanganku selalu ditolaknya dengan berbagai macam dalih. Tapi diapun mengatakan memerlukan pertolongan dan mau ditolong, walopun pada kenyataannya dia selalu menolak uluran tanganku. Dia selalu bersembunyi dibalik ketegarannya. Padahal ga setegar itu. Walopun pernah kadang kadang ketika dia sudah tidak tahan, dia kelepasan kalo dia tuh sbnernya juga suka ga kuat, dan butuh pertolongan, tapi masih terlalu sombong untuk menceritakan apa yang sesungguhnya dia alami atau yang terjadi pada dirinya. Dia hanya minta untuk didoakan agar dia selalu kuat dan tabah dalam menjalani kehidupannya yang pahit.

Aku menjadi terpengaruh dan semua itu mengacaukan emosi dan perasaanku. Aku merasa aku bisa merasakan juga kesedihannya, kesusahannya, tapi aku tidak bisa berbuat apa apa, dan ini sangat mengganggu aku. Sebenernya merasakan secara langsung sih tidak tapi aku bisa membayangkannya, ato mungkin juga benar bisa merasakannya, aku merasa sangat prihatin untuk itu. Aku ingin sekali menolongnya dan aku telah mengulurkan tanganku untuk itu, tapi dia selalu menolaknya. Aku juga ga tau kenapa, walopun dia juga selalu meminta aku untuk mendoakannya.

Tapi akhir akhir ini, aku merasa dia menjauhi aku, aku juga ga tau apa alasannya, dia ga pernah mau bicara. Memang seperti itu wataknya agak tertutup untuk hal hal seperti itu ato yang menyangkut keadaan dirinya. Dia takut dan tidak mau dikasihani. Aku bisa merasakannya secara pasti. Tapi setiap aku katakan hal ini padanya dia selalu mengatakan ini hanya perasaan aku saja, seharusnya aku tau kalo dia dari dulu sampai sekarang selalu menyayangi dan mencintai aku, begitu selalu katanya. Dan aku diminta untuk tidak berpikiran jelek terhadapnya, karena dia selalu menyayangi aku. Tapi kenyataannya, sekarang ini dia seolah olah tidak mau mempedulikan aku lagi, mungkinkah dia sudah bosan dengan aku, aku juga ga tau. Tapi dia selalu meyangkal hal ini, walopun pada kenyataannya dia begitu. Dengan tidak lagi menyapa aku dan tidak lagi membalas sms ku dan tidak mau mengangkat telpon dari aku. Apa artinya ini kalo bukan dia menghindar dan menjauh dari aku, bahkan mungkin sudah tidak peduli dan menganggap aku lagi. Tapi dia selalu saja menyangkalnya, dan mengatakan aku selalu punya pikiran jelek ke dia. Tapi kenyataannya kan memang begitu. Apakah aku salah kalo punya pikiran dan perasaan seperti itu, bila melihat faktanya seperti itu.

Ketika aku sudah merasa berputus asa untuk tetap mempertahankan hubungan ini, walopun aku harus menahan perasaan, rasa rindu, rasa sayang yang makin mendalam, tiba tiba dia menunjukkan sikap dari yang sebaliknya akhir akhir ini di tunjukkan ke aku. Perasaanku berbunga kembali. Mengharap lagi. Tapi setelah itu dia menghempaskannya lagi.

Aku bingung, aku kesel, aku marah, aku merasa ga karu karuan, tapi ga bisa berbuat apapun. Akhirnya aku memutuskan enough is enough. Cukuplah sudah aku diombang ambingkan dengan perasaan aku ini. Cukup sudah, aku bertanya tanya pada diri sendiri apakah dia masih menyayangi aku ato tidak, dst dst dst. Enough is enough. Aku sudah tidak ingin lagi berusaha untuk membahagiakan dia. Untuk apa aku berusaha dengan susah payah kalo yang ingin aku tolong selalu menolak. Untuk apa aku merasa pusing tujuh keliling kalo dia sendiri sudah tenang tenang aja ato baik baik saja. Rasanya masih banyak lagi hal hal yang harus aku pikirkan dan masih banyak orang yang memerlukan uluran tangan aku.

Tapi tetap saja tidak dapat dipungkiri aku masih menyayanginya, dan peduli padanya. Karena aku tahu pasti bahwa sebenarnya hatinya tidak setegar yang dia tunjukkan. Bahwa sebenarnya dia membutuhkan seseorang yang selalu memperhatikannya. Aku tahu itu, aku paham benar dengan wataknya. Cukup lama aku mengenal dia, dan cukup dalam aku pernah menyelami hatinya. Tapi aku pun menyadari bahwa aku tidak bisa memaksakan kehendakku dan keinginanku,walopun itu baik.

Tapi kalo dipikir lebih dalam lagi, apa betul, keinginan yang baik. Baik untuk siapa. Untuk aku, untuk dia, untuk suamiku, untuk keluargaku. Untuk siapa.

Nah kan bingung. Makanya dari pada bingung terus, sotoy terus, mending juga sekarang ga usah lagi punya keinginan yang aneh aneh. Pake mau ngebahagian orang, jelas jelas dia ga mau ditolong. Ga perlu lagi mikirin dia gimana gimana, dia udah gede, udeh bangkotan malah, ya kan. Dia sudah tau apa yang baik untuk dirinya, kenapa juga musti repot repot mikirin dia. Mending amat dia juga mikirin gw, peduli ma gw, lah sekarang dia acuh aja koq. Mungkin dulu emang dia peduli ama gw, tapi kan yang penting kenyataannya aja sekarang gimana, ya kan. Jadi ga usah sedih, ga usah gelisah, ga usah gundah. Adepin aja dan urusin aja yang jelas jelas ada didepan mata. Apa coba, ya itu bener, keluarga, suami, anak, sodara, sahabat, dan orang orang yang memang bener bener merluin gw, ya ga.

Nah maka dari itu, gw bilang ENOUGH IS ENOUGH, LETS MOVE ON, WALK AWAY, DON'T LOOK BACK. Comon babe, lets go.

Jadi sekarang gw sudah bisa lebih menikmati lagi hari hari gw, tanpa perlu mudeng mudeng ga karuan. Ya bolehlah kalo sekali kali sms dia, kalo lagi pengen ato lagi kangen, tapi sudah ga boleh berharap banyak kalo dia akan menjawab sms aku. Jadi ga usah sebel ato jadi ga karuan perasaannya kalo dia ga mau bales sms, biasa aja kali. Yang penting gw dah selalu menunjukkan niat baik untuk tetap berhubungan dengan dia, tapi kalo dia ga mau juga ga papa. Ya ga.


medio 12 agustus 2009













selingkuh

Menurutku, suami ku orang yang sangat penuh pengertian dan punya toleransi yang besar. salah satu yang menyebabkan aku mau menikah dengannya adalah kaarena sifatnya yang penuh pengertian dan toleransi itu. Untuk banyak orang aku dianggap orang yang susah, keras kepala, semaunya sendiri. Tidak mau dilarang, dan sulit diatur. Tapi sebenernya itu hanyalah yang tampak luar saja, menurut aku. Aku ga susah koq kalo dibilangin, asalkan memang yang dikasih tahu itu masuk akal logika, keras kepala, ga juga, tapi kan setiap orang pasti mempunyai prinsip, dan yang namanya prinsip memang agak susah diterjang kan. Bukannya ga mau diatur atau dilarang, tapi memang kecenderungan orang semakin dilarang semakin ingin dikerjakan, apalagi yang diatur dan dilarang ga berkenan atau dirasa terlalu mengada ada, karena kalau memang seharusnya tidak boleh dilakukan aku jga tidak akan mengerjakannya koq, ga perlu dilarang. Tapi tiak semua orang bisa memahami hal ini. Memang sih masalah larang melarang perlu juga, untuk mengingatkan, tapi juga jangan keterlaluan.

Dan ternyaata, suamiku ini adalah termauk tipe orang yang tidak pernah mau ngatur2 atau ngelarang2. Dia hanya memberi gambaran mana yang dia suka atau tidak suka, sampai mana batas toleransi yang dia punya. Jadi, aku harus bisa mikir sendiri, mana yang boleh atau tidak boleh aku lakuin. Dan selama tidak ada complain, berarti tidak ada masalah.

Tapi kami juga punya comitment yang ga boleh dilanggar. Karena kalau hal itu sampai dilanggar, berarti kita cerai. No excuse, apapun itu. Untuk suamiku, aku boleh jungkir balik ngapain aja, asal satu hal, TIDAK SELINGKUH.

Hanya saja difinisi selingkuh kan agak blur, abu-abu. Seperti apa sih yang dinamakan selingkuh. apakah jalan bareng sama seorang pria, sudah dianggap selingkuh, atau cipika cipiki juga dianggap selingkuh. Hal itu kan harus jelas dansepakat berdua. Karena jangan sampai menurut aku, aku biasa saja tidak melakukan perselingkuhan tapi menurut dia, itu sudah merupakan suatu perselingkuhkan.

Kebetulan dilingkungan kami ada yang melakukan perselingkuhan, sehingga, ada yang hampir cerai, bahkan ada yang diceraikan, ada juga yang didamprat dengan pasangan selingkuhannya, ada yang selingkuh terang terangan dan menggilir pasangan sahnya dengan selingkuhannya, dll.

Melihaat kenyataan2 itu, pada suatu hari ketika kami ngobrol2 sampailah pada pembicaraan bagaimana sih batasannya selingkuh itu menurut versi kami berdua, sehingga nantinya kami memiliki kepemahaman yang sama, dan dikemudian hari tidak ada perselisihan mengenai hal tersebut.

Aku memang memerlukan pemahaman ini, agar ada kesamaan pemahaman mengenai hal tersebut, karena terus terang aku menjalin suatu hubungan perteman dengan mantan. Tapi sungguh tidak pernah terjadi sesuatu diantara kami


medio 4 agustus 2009













gedubrag....adaow...

ngomong emang lebih gampang dari pada praktek ya. ngomongnya harus begini begitu, tapi kenyataannya, huaduh. jadi gimana dunk. au ah masih elap. terus sekarang gimana dunk, yasu nunggu aja kali, liat aja perkembangannya, kalo emang masih sayang pasti suatu saat dia akan menghubungi gw lagi, kalo emang masih butuh pasti suatu waktu dia akan mengontak gw lagi. tapi kalo dia ga mau menghubungi ato ngontak lagi gimana dunk ya. yasu, pasrah aja. dia kan juga sempat khan, ngajarin gw untuk sabar, ikhlas dan pasrah. yasu tunggu aja, walaupun ga tau sampai berapa lama gw harus nunggu, bukankah kita juga harus bersabar. gimana dunk kalo kuangen buanget, yasu nulis aja di blog ini, kan bisa ngeringanin rasa rindu itu. ya kan.lagi juga ini bukan yang pertama kan. norak ya. diumur segini, jatuh cinta lagi, patah hati juga lagi. hahaha, sapa suruh juga ya ga ati ati, jadi bisa kesandung cinta. untung cuma kesandung, bukan ketrabak, dan ga sampai ada kecelakaan, jadi cuma gw doang yang gedubrak, biar sakit juga gimana lagi nya. namanya juga jatoh, pake kesleo salah urat lagi. ya urut aja sendiri deh pelan pelan, ntar juga bener lagi tuh ati. biar lambat asal berkat, hehehe. udah ah, dah tambah puzenk lagi ntar gw. katanya sih ini cuma godaan setan, yang lagi berbuat ulah, tahan ga gw untuk ga tergoda. soalnya godaannya guede buanget en lumayan berat gitu deh. dah ah, jadi tambah kanagen deh, gombal ah.,



medio masih 1 agustus 2009

SEPIIII

Baru sehari, tapi rasanya dah sepiii banget. Ga sih ga aku ga papa, tapi rasanya gimana ya. Ujian ini begitu dahsyat sekali untuk aku rasanya. Dulu ketika ujianku datang, dia datang dari luar diriku dan terlihat sangat jelas sekali sehingga aku dapat melawannya secara langsung, dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Walaupun rasanya pahit dan sakit, tapi aku jalanin dengan sabar dan ikhlas. Dan aku, alhamdulillah bisa melewatinya. Walaupun pernah juga aku merasa tidak kuat, dan pengen mati aja rasanya, tapi tetep aja aku bisa melaluinya Tapi sekarang, wauw. Dari dalam diri sendiri. aku harus melawan diri sendiri. Dan paling sulit adalah melawan kemauan dari diri sendiri. Tapi harus. Seharusnya aku juga bisa menerimanya dengan sabar dan ikhlas, tapi yang satu ini rasanya susah banget. Rasanya memang tidak pahit, manis, nikmat walau kadang menyakitkan. Tapi manisnya yang susah ditolak. Tapi tetep harus kan. Bicara memang lebih mudah daripada prakteknya. Tapi walau bagaimanapun juga aku harus bisa melawannya. Berat memang, tapi harus. Sekarangpun aku sedang berusaha untuk menjalaninya. Rasanya kosong.... sepi....., tapi harus. Untuk yang ini aku juga harus bisa melewatinya karena ini juga satu ujian hidup yang harus aku lalui.

ini ditulis pada bulan september 2009, tapi baru dipublish sekarang

ga jelas

ga jelas banget perasaan gw.

ga tau apa yang dirasa.

ga tau pengen apa.

ga tau apa rasanya.

ga tau harus berbuat apa.

ga tau harus bagaimana.


pengen dipeluk, sama siapa,

pengen disayang, sama siapa,

pengen marah, sama siapa,

pengen kesel, sama siapa,


pengen teriak, dimana,


ga tau, ga tau, ga tau, pengen, pengen, pengen.


rasanya sakit,

rasanya kesel,

rasanya marah,

rasanya kangen,

rasanya penasaran,

rasanya kalah,

rasanya menang,

rasanya ditipu,

rasanya dikhianati,

rasanya dibohongi,

rasanya pengen nabok,

rasanya pengen ketemu,

rasanya pengen ngomong,

rasanya pengen bareng,

rasanya pengen dipeluk,

rasanya pengen dimanja,

rasanya pengen disayang,


rasanya, rasanya, rasany, pengennya, pengennya, pengennya.


gw tunggu,

gw sabar,

gw kangen,

tapi, gw ikhlas.






medio 1 agustus 2009

Senin, Juli 23, 2012

Perjalanan hidup

Akhir bulan maret, ibu mertua tercinta masuk rumah sakit karena menderita stroke, tepatnya tgl 16 maret 2011, pada hari rabu malam. Awalnya ibu menolak untuk dibawa ke rumah sakit, tetapi setelah dibujuk barulah beliau bersedia.
Seharusnya, beliau sudah harus dibawa sejak hari senin, tapi beliau bersikeras menolaknya, sehingga setelah aku katakan kepad anak anaknya bahwa ibu harus dibawa ke rumah sakit, harus dan harus, karena kondisinya keshatannya makin turun, akhirnya setelah dibujuk rayu barulah beliau mau.

Pelajaran pertama, hikmah yang harus aku ambil adalah, janganlah terlalu berkeras hati dalam hal segala hal, sehingga bisa merepotkan dan menyusahkan anak2.
Memang sebagai anak dan menantu, kami tidak merasa disusahkan dan direpotkan bila harus merawat dan menjaga ibu kita, malah kami merasa bangga bisa diberi kesempatan untuk merawat dan mengurus ibu. Tapi yg menyusahakan hati kami adalah, ketika kami berupaya menolong, tapi ibu menolak, sehingga hati kami menjadi resah dan susah, karena apa, kami sedih tidak dapat berbuat apa apa.

Pelajaran kedua, dari hikmah yg harus aku ambil adalah, sedapat mungkin meringankan beban anak dalam merawat dan mengurus kita.
Sekali lagi walaupun anak tidak merasa direpotkan dalam merawat tetapi alangkah lebih baik bagi orang tua apabila bisa sedapat mungkin meringankan beban anak anaknya.

Selama di rumah sakit selama 10 hari, aku hanya satu hari absen dalam menunggui ibu, tetapi selebihnya, aku turut menunggui ibu. Yang kulihat saat itu, betapa luar biasanya anak anak ibu yg wanita dalam merawat ibunya yg sedang sakit. Penuh kasih sayang dan kesabaran yg luar biasa. Tidak ada keluhan sama sekali keluar dari mulutnya. Luar biasa, luar biasa, luar biasa. Berbahagialah mertua aku yg memiliki anak anak perempuan yg begitu berbaktinya kepada orang tua. Padahal ibu mertua lumayan rewelnya.

Aku sendiri, rasanya tidak seperti itu ketika merawat orang tuaku yg sakit. Apakah ini karena mereka belum menikah, sehingga mereka tidak perlu berbagi perhatian kepada suami dan anak anaknya, entahlah. Karena selama ini ketika aku merawat orang tua masih harus berbagi perhatian dan waktu untuk suami dan anak anak.

Selama di rumah sakit, sebenarnya kondisi kesadaran ibu pun sudah mulai menurun, beliau hampir tidak mau melakukan apapun yg bisa membuatnya pulih dan membaik. tidak memiliki kemauan dan semangat. Apatis sekali. Kondisi ibu saat itu bagai kata pepatah, hidup segan mati tak mau. dan keadaan itu pun terus berlangsung sampai pulang ke rumah. Kondisi ibu semakin menurun dan kesadarannya pun ikut menurun. Sehingga akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir.






cinta yang benar cinta yang halal

Ini adalah kali kedua aku mengalami sakit yang berhubungan dengan lambungku. Sakit yang cukup parah.
Awalnya aku tiak menyadari, kenapa sakit lambungku tidak sembuh sembuh, malah makin parah. Lama aku mengingat sambil menrenung, kapan kali terakhir aku mengalami hal ini. Ternyata terakhir kalinya aku mengalami hal ini adalah hampir empat tahun yang silam.

Ketika itu tanpa sebab medis yang jelas, tiba tiba, aku tidak mempunyai nafsu makan, dan ketika ku paksa makan, setelah makan aku akan langsung muntah muntah. Berat badanku turun drastis, dalam waktu tidak lebih dari tiga bulan hampir 6 kg aku kehilangan bobotku. Tak heran, karena hampir sestiap kali aku makan, makanan itu langsung keluar lagi, aku muntah muntah.

Sekarang hal itu terjadi lagi pada diriku, tapi lebih parah menurut aku. Aku kehilangan nafsu makan, tapi aku harus makan, karena aku selalu merasa lapar. Tapi kalau ku paksakan makan, perutku langsung terasa mual, walaupun tidak sampai muntah muntah. Tapi yang paling menghawatirkan adalah, walaupun aku tidak muntah muntah tapi bobotku terus berkurang. Dalam waktu tidak lebih dari satu bulan, bobot ku sudah berkurang 4kg.

Aku jadi berpikir, ada apa dengan diriku ini. Kemudian aku bandingkan situasiku dulu dan sekarang. Ada persamaan. Saat itu dan saat ini, aku telah merasa jatuh cinta kepada seseorang, yang seharusnya tidak selayaknya aku jatuh cinta lagi. Aarrgghh.. Tapi aku kan tidak bisa mengatur perasaanku untuk tidak jatuh cinta atau jahtuh cinta ke pada seseorang bukan? Yang bisa kita lakukan hanyalah mengontrol perasaan kita, agar kita tidak terhanyut pada perasaan itu. agar kita tidak jatuh cinta dengan cinta yang buta, dan melakukan tindakan yang membabi buta. Hanya itu.

Dan ternyata setelah aku renungkan aku dapat menyimpulkan bahwa sakit ini adalah peringatan dari Tuhanku, agar tidak jatuh cinta pada cinta yang buta. Agar aku kembali pada cinta yang benar, cinta yang halal, cinta karena Allah.















buah dari keikhlasan

Ikhlas, tidaklah bisa dipaksakan. Ikhlas adalah suatu proses pembelajaran. Yang perlu latihan dan yang tak pernah kenal lelah. Diawali dengan kesabaran, sabar menerima segala sesuatu yang menimpa kita. Dengan kesabaran akan timbul keikhlasan, dan bila kita telah bisa menjadi ikhlas kita akan menjadi orang yang bersyukur. Dan ketika kita telah menjadi orang yang bersyukur tidak akan ada lagi yang dapat mengusik  hati kita. Karena orang yang sabar, ikhlas dan penuh syukur hatinya akan dipenuhi oleh nur ilahi.

Selama ini, aku telah belajar untuk menjadi orang yang sabar, yang ikhlas dan bersyukur. Aku tidak akan mengatakan bahwa aku telah menjadi orang yang sabar, ikhlas dan penuh syukur, oh tidak. Terlalu sombong dan takabur bila aku mengakui atau menyatakan diri sebagai orang yang sabar, ikhlas dan penuh syukur. Tapi aku sedang menjalani proses sebagai orang yang sabar, ikhlas dan bersyukur.

Kesabaran, keikhlasan dan rasa syukur selalu diajarkan oleh kedua orang tuaku, terutama ibuku. Ibuku yang selalu bersabar dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Selalu bisa menjadi wanita penuh kelembutan dan panutan. Seseorang yang selalu disayang dan dirindukan oleh semua yang mengenalnya.

Menjadi sabar tidaklah mudah, karena sabar itu harus datang dari hati, bukan dari hati yang disabar sabarkan. Dan rasa sabar ini harus dilatih semenjak dini, sehingga akan menimbulkan rasa ikhlas di hati. Tapi sebagai manusia yang lemah tempat segala salah dan khilaf, sering kita tidak bisa mengontrol diri sehingga rasa sabar sering terbang dari hati. Namun segeralah menyadari sehingga bisa kembali ke hati.

Aku pun hanyalah manusia  biasa yang lemah penuh salah dan khilaf, jadi tak luput dari kehilangan rasa sabar di hati sehingga timbul iri dengki dan tidak ikhlas di hati. Tapi aku bersyukur, Allah ilahi rabbi selalu mengingatkan diri sehingga terhindar dari lupa diri yang keji.

Dalam menghadapi kehidupan ini aku selalu berusaha sabar dan mengalah, menyimpan segala sesuatunya sendiri di dalam hati. Mengikhlaskan hati terhadap apapun yang menimpakan diri. Sehingga terasa lapang dihati. Dan dapat bersyukur karena lolos dari ujian hati.

Kini aku hanya mampu mengucap berjuta syukur pada ilahi rabbi, yang telah selalu menuntun dan menjaga hati ini, sehingga bisa bersikap sabar, dan ikhlas di hati. Kini buah dari kesabaran dan keikhlasan diri sudah bisa kucicipi. Kegundahan hati pergi melarikan diri, orang orang datang untuk mencintai dan menyayangi. Yang ada aku hanya bisa panjatkan puji dan rasa syukur dihati.

Yaa Allah, terima kasih atas segala yang telah selalu Kau limpahkan pada kami. Terima kasih, Alhamdulillahi rabbil alamin. Segala puja dan puji hanya untukMu ilahi rabbi.


Sabtu, Mei 28, 2011

.... IKHLAS ....

Duh rasanya ga tahan harus menghadapi semua ini sendiri. Bertahun tahun sudah kulalui bersama namun sendiri. Peristiwa demi peristiwa yg ku alami dan ku lalui selama ini telah membuatku menjadi sangat lelah. Semua harus ku simpan sendiri dan ku rasakan sendiri dan ku tanggung sendiri. Semua sendiri.
Tapi ketika aku renungi sebenarnya aku tidaklah pernah sendiri, Dia selalu bersama aku, menolong aku, menemani aku, membantu aku, dan Dia selalu ada untuk aku.
Dengan caraNya, Dia selalu menolong dan membanatu aku, menemani aku, meringankan bebanku, selalu dan selalu. Buktnya aku tetap berdiri sampai saat ini, tetap bediri kokoh dan teguh.
Bahkan aku tak mampu menuliskan beban di hati, gundah di hati, karena telah selalu kuteriakan rasa hati ini dalam setiap sujudku, telah kubisikan gundah ini dalam setiap sujudku.
Bahkan layar kosongku pun tak mampu menerima tulisan gundah hati dan galau hati ini, karena sebagai benda biasa tak kan mampu menyaingi sang pencipta.
Aku tak mampu merangkai kata kata, aku tak layak menulis galau ini, karena sudah ada yang selalu telah membacanya walau belum tertuliskan, karena sudah selalu ada yang menghapusnya sebelum dituliskan, karena sudah selalu ada yang mendengarnya walau belum terucapkan.
Selamat tinggal galau, selamat tinggal gundah, selamat tingal lara, selamat tinggal......
Selamat datang ceria, selamat datang gembira, selamat datang bahagia....
Ikhlas.... ikhlas... ikhlas... lillahitaala..... kunci semua pintu hati, yang akan membukakan hati, membuang resah gelisah gundah dan menerima semua ketenangan kedamaian dan kebahagian di hati.
Ikhlas .... ikhlas ... ikhlas.....

Minggu, Januari 30, 2011

konsekuensi

Konsekuensi dari hoby aku yang baru (posting 30 Des 2010), teman bertambah dari berbagai usia. tapi banyaknya sih para remaja, dan ibu ibu muda, dan beberapa mail masuk ke inbox. Semua membuat hidup ini menjadi lebih hidup, lebih bermakna (insya Allah), menambah kaya hati ini.

Dan doa aku yang aku panjatkan bertambah satu, Ya Allah semoga hamba ini tidak terjerumus dengan kata kata hamba sendiri, dan tidak juga menjerumuskan orang orang dengankata kata hamba, ya Allah, jadikan kegiatan hamba inimenjadi ladang amal ibadah hamba, dan berikanlah hamba selalu kemudahan, kelancaran, dari segala masalah dan persoalan yg ada dan tunjukkan selalu jalan yg lurus jalan yg Engkau ridhoi agar hamba menjadi hamba yg Engkau ridhoi.

Mengapa aku berdoa agar aku tidak terjerumus dengan kata kata aku dan tidak menjerumuskan orang lain dengan kata kataku.

1. Karena aku tak mau terjebak dengan retorika kata kata semata, bisa mengucapkan, bisa menasehati tapi tidak bisa menjalankan, sehingga apa yg diucapkan hanyalah sekedar basa basi yang sudah basi.
Aku ingin apa yang aku katakan adalah yg telah aku lakukan, tapi aku juga memohon agar kata kata aku itu tidak menjadi ujian bagiku dan keluargaku, dan jangan jadikan kata kata ku menjadi bumerang bagi aku dan keluarga ku, sehingga aku selalu memohon dan memohon kepada Allah, agar dijauhkan dari hal tersebut.

2. Karena aku juga tidak mau kata kataku bukannya membawa kebaikan bagi yang membacanya tetapi malah menjadi musibah. Naudzubillahmindzalik. Makanya aku selalu berhati hati dalam memberikan komentar atau dalam sharing. Tidak berani aku mengatakan aku memberikan solusi, aku hanya bisa berbagi pengalaman dan pendapat. Solusi adalah sesuatu yang sangat berat aku belum bisa dikatakan orang yg dapat memberi solusi, tapi kalau meringankan beban ya boleh lah.

Kalau aku perhatikan dari curhatan yg ada, sebenaranya mereka tahu loh apa jawabannya dan apa yang harus mereka lakukan, tetapi yang sering terjadi adalah mereka tidak pede aja dengan apa yang mereka sudah ketahui itu, jadi perlu orang lain untuk menguatkan jawabannya. Atau mereka tahu jawabannya, tapi mereka ga mau terima karena kalau dijalankan tidak menyenangkan, jadi mereka juga suka mencari pembenaran dari tindakannya.

Senin, Januari 24, 2011

Mengeluhlah dengan cara berdoa

Aku kok merasa risih sekali ya, mendengar dan melihat orang yang kerjanya mengeluuuuh terus. Macam macam yang dikeluhkan, dari mulai gaji yang ga naik naik,, sampai sakit yang tak kunjung sembuh. Begitu banyak, seribu satu macam keluhan sering dilontarkan orang.

Apakah mereka tidak menyadari begitu banyak nikmat dan rahmat yang telah mereka dan selalu mereka terima dari Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi. Lupakah mereka itu, akan apa yg telah selalu mereka terima.

Mengeluh gaji yang kecil dan tidak naik naik, bukankah masih untung masih mempunyai gaji walaupun kecil dan tidak naik naik, bila dibandingkan dengan para pengangguran yg sedang berlomba mencari kerja, jangankan gaji besar dan tinggi, gaji saja mereka tidak miliki.

Mereka keluhkan suasana kantor yg menyebalkan, bukankah masih lebih bagus memilik pekerjaan dan kantor daripada nganggur, pasti suasana rumah lebih menyebalkan lagi.

Mengeluhkan badan yg menderita sakit ini dan itu yang tidak jelas, buikankah lebih baik dari pada orang orang yg harus diamputasi, harus di kemoterapi karena kanker, tidak bisa berbuat apa apa hanya berbaring karenba stroke, dll.

Tidak kah itu patut disyukuri. Kita masih bisa bernapas tanpa bantuan alat, masih bisa makan dengan nikmat, masih bisa tersenyum, tertawa, menangis kadang ngomel (kaya saya sekarng ini), dibandingkan dengan orang orang diluar sana yg tidak seberuntung kita.

Bukan ingin sombong, menyatakan diri kuat, memproklamirkan diri orang yang penuh rasa syukur. Tidak, sama sekali tidak.
Sebagai manusia yang akan selalu diuji oleh yang Sang Pemilik diri, kita juga tak luput dari berkeluh kesah, tapi sampaikanlah keluh kesah kita kepada Yang Maha Kuasa, jangan kepada sesama, karena mereka sama dengan kita penuh keluh kesah juga. Sampaikanlah pada
Yang Memiliki diri ini, seluruh keluh kesah kita, seluruh gundah gulana kita, mengeluhlah dengan doa, mohonlah untul menguatkan kita dalam menerima ujian, mohonlah untuk selalu memberikan jalan keluar yang mudah bagi kita, mohonlah selalu agar diberi kemudahan dan keringanan dalam ujian, dan lebih dari semua itu, kita harus bangkit bergerak, beraktifitas, jangan hanya berdiam diri berkeluh kesah. Dan akhirnya menjadi orang yang tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah selalu diberikan kepada kita oleh Sang Pemilik diri ini.

Jumat, Januari 07, 2011

ujian di awal tahun

Ujian ini sebenarnya juga aku dapat, walaupun dengan susah payah dan babak belur, akhirnya aku bisa melampaui dan lulus.
Sekarang ujian itu ada lagi.
Situasi sama, mata pelajarannya juga sama.
Karena situasi dan mata pelajarannya sama, dan pernah mengerjakannya, dan lulus pula, seharusnya sekarang bisa lulus dengan hasil lebih baik.
Tapi.... huek, iming iming hadiah tidak lulusnya hebring jreng.
Muke gile, masa musti nurutin kata hawa nafsu anagkara sih.
Biar hebring jreng hadiah dari si setan, kan pasti lebih ngejreng lagi kalo bisa lulus lagi.
Oh ujian... ujian... kapan berakhirnya ya.
Die lagi.. die lagi...
Dasar muke gile... ga tau diri....
huhuhuhu.... hiks hiks hiks.....